Tempat Menawan Di Sekitar Lereng Muria

Jika ditengok dari sisi sejarah, Kudus merupakan salah satu kota tertua di wilayah Jawa Tenggah. Kota ini bahkan berperan penting dalam penyebaran agama Islam. Hal ini nampak dari berbagai peninggalan yang masih terawat hingga kini. Salah satunya Masjid dan makam Sunan Kudus.

Sebagai salah satu kota yang berperan penting dalam penyebaran Islam, tidaklah mengherankan jika suasana dan budaya santri sangat terasa. Bahkan sampai saat ini banyak pesantren terus hidup dan berkembang.

Bukan hanya soal budaya santri, kota Kudus juga menyimpan kawasan wisata yang mempesona. Kawasan ini adalah daerah atau desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus yang terletak di kaki gunung Muria. Di sini, banyak tempat menarik, baik berupa wisata religi ataupun wisata alam. Apa saja tempat-tempat itu? Kita ulas satu persatu.

Makam Sunan Muria

Sumber: salesraudlatuljannah.com/

Dari sejarah penyebaran Islam, tokoh Sunan Muria tidak dapat dilepaskan. Beliau merupakan ulama yang berjasa besar, selain Sunan Kudus, yang menyebarkan Islam di daerah Kudus dan sekitarnya. Sebagai tokoh yang dihormati, peninggalannya tetap dipelihara. Begitupun dengan makamnya. Sampai saat ini, banyak peziarah yang mendatangi Sunan Muria, untuk mendoakan dan mengenang jasa-jasanya.

Makam Sunan Muria terletak di atas bukit, dengan ketinggia sekitar 1600 dpl. Untuk mencapai makam ini perlu perjuangan, sebab harus melewati anak tangga yang cukup banyak dan terjal. Bagi anda yang tidak kuat menapaki anak tangga, ada alternatif lain, memakai ojek. Dengan jasa ojek, anda akan diantar langsung ke area makam.

Di dekat makam ada sebuah masjid peninggalaan Sunan Muria. Masjid ini telah mengalami berbagai renovasi sehingga bentuknya sudah tidak seperti semula. Namun demikian, beberpa peninggalan sang Sunan masih terjaga diantaranya adalah minhrab dan beduk.

Ada yang menarik dari beduk di masjid Sunan Muria ini. Usianya telah mencapai ratusan tahun, sebab dibuat pada tahun 1884. Pada benduk tersebut terdapat ukiran naga dan ayam jantan. Ukiran ini menunjukkan adanay perpaduan budaya antara Jawa dan Tiongkok.

Selain itu, yang masih asli dari mesjid ini adalah pondasi masjid, umpak batu, tiang atau pilar penyangga masjid.

Air Terjun Monthel

Sumber: adhyperlink.com

Dari wisata religi, anda dapat juga menikmati wisata alam berupa air terjun Monthel yang menawan. Air terjun ini terletak sekitar 3 kilometer di sebelah utara makam Sunan Muria, tepatnya di desa Kajar, Kec. Dawe, Kudus.

Untuk mencapainya, dapat dilakukan dari komplek makam Sunan Muria. Ada jalan dari komplek makam langsung menuju tempat parkir air terjun Monthel. Dan dari tempat parkir ini terdapat anak tangga yang eksotik menuju air terjun.

Tinggi air terjun Monthel berkisar 50 meter. Debit air akan meningkt pada musim penghujan. Pada musim kemarau, debitnya akan menurun. Meski demikian air terjun Monthel tetap memberikan pemandangan yang menyejukan mata.

Didukung oleh suasana sekitar yang hijau dan suhu udara sejuk antara 18-20 derajat Celcius, banyak pengunjung yang betah berlama-lama. Di air terjun, akan ada percikan air yang seperti kabut dan dapat membasahi tubuh. Juga terdapat kolam alami tepat di bawah air terjun. Pengunjung dapat mandi di tempat ini. Tentu saja anda harus menyiapkan baju ganti jika ingin berbasah-basah ria.

Kawasan Wisata Rajenu

Sumber:lingkarmuria.com

Kawasan wisata Rajenu terletak di sebelah utara kompleks makam Sunan Muria dan berada di sebelah atas air terjun Monthel. Letak tepatnya adalah di desa Japan, Dawe, Kudus. Apa yang menarik dari kawasan Rajenu ini?

Pertama, di kawasan Rajenu terdapat makam dari tokoh yang dikenal sebagai Syeh Sadzali. Konon, tokoh ini merupakan murid dari Sunan Muria yang berasal dari Irak. Bukan hanya berguru, Syeh Sadzali juga turut membantu Sunan Muria untuk menyebarkan agama Islam.

Keberadaan Syeh Sadzali ini juga berhubungan dengan situs unik yang ada di kawasan Rajenu, yaitu air tiga rasa. Konon mata air ini merupakan peninggalan dari Syeh Sadzali tersebut.

Air tiga rasa merupakan tiga mata air yang airnya mempunyai rasa dan khasiat yang berbeda. Mata air pertama mempunyai rasa tawar-tawar masam, yang dipercaya mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit. Mata air yang kedua mempunyai rasa seperti air soda, yang dipercaya dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dan yang ketiga mempunyai rasa seperti arak, yang dipercaya mempunyai khasiat untuk memperlancar rejeki. Apakah ketiga mata air ini benar-benar mempunyai khasiat seperti yang disebutkan? Silahkan mencobanya jika berkunjung ke kawasan Rajenu.

Menara Pisang Kajar

Sumber: perpus.jatengproc.go.id

Dari arah Kudus, sebelum mencapai kawasan Colo, terdapat bumi perkemahan Kajar, yang dikenal pula sebagai Taman Sardi. Bumi perkemahan ini terletak di desa Kajar, Dawe, Kudus, mempunyai fasilitas dan pemandangan yang menarik. Terdapat berbagai pondok dan gazebo, disamping, tentu saja, “camping ground”.

Lokasinya yang berada di lereng gunung Muria membuat bumi perkemahan ini mempunyai pemandangan yang menawan. Deretan hutan dan pepohonan yang lebat membuat suasana tampak segar. Udara yang sejuk dan segar terbebas dari polusi. Dengan suasana yang demikian membuat bumi perkemahan Kajar sangat pas untuk camping, outbond ataupun pelaksanaan kegiatan pramuka.

Yang membuat tempat ini menarik adalah adanya menara yang berbentuk seperti buah pisang. Karena bentuknya seperti buah pisang membuat menara ini disebut sebagai menara pisang.

Menara pisang terletak di tengah-tengah bumi perkemahan. Dari pintu masuk, menara ini tidak segera terlihat. Namun setelah menyusuri jalan di dalam bumi perkemahan, akan tampak menara ini dengan latar belakang pemandangan yang memanjakan mata. Tak heran, bila ditempat ini, pengunjung akan betah berlama-lama.

Itulah beberapa tempat yang menawan di kawasan wisata Colo, Kudus yang terletak di lereng gunung Muria. Di sini terdapat tempat untuk wisata religi dan wisata alam. Anda pilih yang mana? Bisa salah satu atau kedua-duanya..

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *