Sedap Mantap Sop Balungan Dan Asem-asem Daging Khas Demak

Kabupaten Demak berada di jalur Pantura. Jalur ini, pada jaman dahulu dikenal sebagai jalam Daendels, merupakan jalur lalu lintas yang sangat padat. Hampir setiap waktu, jalanan penuh dengan kendaraan, baik besar maupun kecil yang melintas.

Berbeda dengan jalur Pantura yang ramai, kota Demak bukanlah kota yang besar. Meski termasuk kota kecil, bukan berarti di kota ini tidak ada kuliner yang sedap mantap menggoda selera. Setidaknya, ada 2 macam kuliner dari kota yang dikenal sebagai kota wali ini, yaitu Sop Balungan dan Asem-asem daging.

Kedua jenis kuliner ini sangat terkenal kelezatannya. Rugi jika berkunjung ke kabupaten Demak, tidak mencicipi kedua jenis makanan itu.

Gurih Segar Sop Balungan

Sumber: yahoo.com

Sejarah masakan sop balungan ini tidak begitu dimengerti. Tapi sop balungan Demak sangat terkenal. Dan untuk mendapatkannya cukup mudah. Di seluruh kota Demak, kuliner ini gampang ditemui. Namun hanya beberapa penjual saja yang mempunyai nama dan banyak pelanggannya.

Sop balungan memang berupa sop daging. Namun daging ini masih menempel pada tulang. Karena adanya tulang inilah makanan ini dinamakan sop balungan. Balungan berarti tulang. Jadi sop balungan berarti sop dengan tulang.

Meski daging yang dimasak masih menempel pada tulang, jangan membanyangkan untuk menikmatinya akan ribet. Tidak, gampang saja. Sebab daging yang menempel pada tulang tersebut sudah dimasak sangat empuk dan mudah dilepas dari tulangnya.

Selain daging balungan, sop ini juga dilengkapi dengan potongan sayur, tomat dan wortel. Ditambah dengan kuah yang sedap gurih, membuat sop balungan sangat cocok jika ditemani sepiring nasi. Tapi omong-omong, dimana mencari sop balungan ini di kota Demak? Berikut beberapa penjual sop balungan yang maknyuss.

Sop Balungan Cipto Roso

Ini mungkin warung atau penjual sop balungan yang paling moncer dan terkenal di Demak. Rumah Makan Cipto Roso beralamat di Jl. Raya Mranak-Demak, Kecamatan Wonosalam, sekitar 1 km ke arah timur dari kota Demak.

Sop balungan Cipto Roso pernah dikunjungi pakar kuliner Bondan Winarno. Dan apa komentar Pak Bondan? Maknyuss…

Namun untuk menikmtinya, mungkin anda perlu antre, terutama di jam-jam sibuk. Wajar, sebab selain nikmat, harga satu porsinya juga terjangkau kantong. Rumah Makan Cipto Roso buka mulai jam 10.00 hingga jam 21.00. Catat jam bukanya, biar anda tidak salah jam..

Sop Balungan Babe

Tempat berikut adalah Sop Balungan Babe. Rumah Makan ini terletak di Jalan Raya Kudus – Demak No. 100, Kecamatan Wonosalam, Demak. Di rumah makan ini, sop balungannya terkenal dengan rasanya yang begitu gurih mantap.

Sop Balungan Babe berdiri sejak tahun 2015. Di kelola oleh Bapak Sugeng dan istrinya Ibu Rahayu. Meski rumah makan ini sederhana, namun selalu banyak pengunjung yang ingin menikmati racikan sop balungan yang kondang gurih citarasanya itu.

Jam operasional Rumah Makan Sop Balungan Babe ini adalah dari jam 09.00 sampai 22.00. Jadi bisa ini sebagai pilihan untuk makan siang atau makan malam.

Sop Balungan Mbak Tien

Rumah makan imi juga menyediakan sop balungan. Dan tidak kalah sedap dengan rumah makan yang lain. Sop Balungan Mbak Tien terletak di Jalan Kudus – Semarang, Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Demak.

Jam buka sop balungan Mbak Tien ini adalah pukul 07.00 hingga 18.00. Jadi bisa ini untuk sarapan sebelum melakukan aktivitas kerja.

Sop Balungan Mak Jah

Rumah makan selanjutnya adalah Sop Balungan Mak Jah. Rumah makan ini beralamat di Tempuran, Krajan, Demak. Di tempat ini, bukan hanya sop balungan, juga tersedia menu lain seperti botok ikan sampai dengan botok telur.

Jika akan berkunjung ke sini, perhatikan jam bukanya, yaitu 08:00 sampai 23:00 WIB. Bisa sarapan, makan siang atau makan malam.

Asem Gurih Asem-asem Daging

Sumber: https://www.unileverfoodsolutions.co.id/

Ini bukan sayur asem, tapi asem-asem daging. Makanan ini memang khas dari Demak. Terbuat dari daging dengan kuah yang dibumbui dengan asem jawa, cabe dan kluwak. Jadi warna kuahnya kecoklatan. Bukan hanya kuahnya, daging sapi yang digunakan juga terasa empuk dan lunak gurih. Untuk daging, ada yang menggunakan daging thethelan (daging yang masih melekat pada tulang) dan ada yang menggunakan daging saja.

Meski berasal dari Demak, asem-asem daging jugan sudah menyebar ke berbagai wilayah. Masakan ini mudah dijumpai di sekitar Pantura, DIY dan Jatim.

Dari sekian banyak penjual asem-asem daging ini, yang paling terkenal adalah asem-asem daging dari Rumah Makan Rahayu. Dari rumah makan ini, konon, resep asem-asem daging seperti yang sekarang ini berasal.

Dari sejarah Rumah Makan Rahayu terungkap bahwa makanan ini tercipta dari akulturasi budaya Jawa dengan Tionghoa. Sebab, pendiri rumah makan ini, yaitu Ibu Rahayu seorang perempuan Jawa yang menikah dengan Pak Busompi yang merupakan etnis Tionghoa. Dengan perpaduan selera dan gaya masak suami istri inilah tercipta asem-asem daging khas Demak.

Sampai sekarang, Rumah Makan Rahayu masih ada dan dikelola oleh Bapak Bambang Santoso, yang merupakan generasi kedua. Untuk menikmati asem-asem daging ini, anda dapat berkunjung ke Rumah Makan Rahayu dengan alamat di Jl. Sultan Fatah No.41A, Kauman, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, sebelah barat alun-alun Demak.

Jadi cukup mudah menemukan rumah makan ini. Jangan lupa nikmati sop balungan dan asem-asem khas Demak jika berkunjung ke kota Wali ini. Oke?!!…

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *