Hidangan Khas Kudus Yang Mantap Di Lidah

Kudus adalah kota yang terletak di daerah Pantura. Seperti daerah pantura lainnya, Kudus juga kental dengan budaya santrinya. Sampai sekarang, banyak pesantren besar yang berada di kota ini.

Salah satu budaya santri yang lekat adalah rasa saling menghormati perbedaan. Ini juga diajarkan oleh Sunan Kudus, salah satu Walisongo yang menetap di kota ini. Salah satu ajaran dari Sunan Kudus adalah larangan untuk menyembelih sapi. Hal ini dimaksudkan sebagai penghormatan atas kepercayaan umat Hindu yang berada di Kudus pada waktu itu. Umat Hindu mempercayai bahwa sapi merupakan binatang suci. Jadi larangan menyembelih sapi merupakan bentuk toleransi yang diajarkan Sunan Kudus.

Ajaran ini juga lekat pada hidangan makanan khas kota Kudus. Di kota ini, tidak ada kuliner khas Kudus yang terbuat dari daging sapi. Nah, apa saja hidangan khas kota kudus yang menggoda selera ini?

Soto Kudus

Sumber:masakapahariini.com

Soto Kudus merupakan makanan yang paling terkenal. Terdiri dari soto ayam dan soto kerbau. Soto ayam mungkin banyak terdapat di berbagai kota. Namun soto kerbau? Hanya di Kudus anda dapat dengan mudah mendapatinya.

Pada mulanya, soto Kudus dagingnya hanya menggunakan kerbau. Namun seiring dengan waktu, soto juga terbuat dari daging ayam. Apapun isian dagingnya, soto Kudus tetap menarik untuk dicoba.

Soto Kudus adalah soto yang bening, disajikan lengkap dengan nasi, tauge, irisan kol, daging dan taburan bawang goreng, yang disiram dengan kuah bening tanpa santan. Biasanya, disajikan dalam mangkuk yang berukuran kecil. Karenanya, umum kalau menikmati soto Kudus akan habis beberapa mangkuk. Satu mangkuk belum kenyang sih…

Nah jika ingin menikmati soto Kudus, ke mana harus menuju? Meski banyak penjuak soto Kudus, berikut ini adalah 3 penjual soto Kudus yang legendaris.

Soto Kudus Pak Denuh

Soto Kudus Pak Denuh memiliki 3 cabang, namun yang paling terkenal, adalah soto Kudus yang beralamat di jalan AKBP Agil Kusumadya, Kudus (dekat Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus).

Soto ini menggunakan daging ayam kampung sebagai bahannya. Gurih sedap soto ini cukup melegenda. Dan konon, soto Kudus Pak Denuh ini telah berdiri sejak jaman Jepang. Sudah lama ya…

Soto Kudus Bu Jatmi

Soto Kudus Bu Jatmi menggunakan daging kerbau sebagai isiannya. Jangan bayangkan daging kerbau itu keras dan alot. Di tangan Bu Jatmi, daging kerbau tersebut diolah menjadi empuk dan legit dalam racikan sotonya.

Soto Kudus Bu Jatmi, dari tampilannya sudah menggoda selera. Kuah kaldu kuning kental menggenangi nasi dan irisan daging kerbau. Ditambah lagi dengan irisan kol dan taburan seledri. Rasa gurih akan semakin tegas dengan adanya taburan bawang goreng dan irisan jeruk nipis. Hmmm… menggoda selera ya..

Nah, jika ingin menikmati soto gurih ini, bisa saja berkunjung ke Soto Kudus Bu Jatmi yang beralamat di Jl. Kyai H. Wahid Hasim No.43, Magersari, Panjunan, Kec. Kota Kudus, Kabupaten Kudus.

Soto Kudus Pak Ramijan

Nah, penjual soto Kudus yang legendaris ke 3 adalah Pak Ramijan. Berbeda dengan soto Kudus lain, di kedai Pak Ramijan, soto Kudus racikannya menggunakan soun. Untuk dagingnya menggunakan daging kerbau. Tak lupa irisan kol, tauge, dan jeruk nipis ditambah taburan bawang goreng menambah rasa gurih segar.

Seperti soto Kudus lainnya, di sini juga disajikan dalam mangkuk yang kecil. Jadi sudah umum kalau anda menambah porsi.

Nah, jika ingin menikmati kuliner khas Kudus ini, kemana harus melangkah? Alamatnya ada di Jl. Kudus – Jepara No.79A, Bakalan, Purwosari, Kec. Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Asal tahu saja, pengelola soto Kudus Pak Ramijan turun temurun hingga saat ini telah mencapai generasi ketiga. Tidak heran jika legendaris. Jika tidak, tentu tidak akan bertahan selama itu. Ya kan?

Lentog Tanjung

sumber:lifestyle.okezone.com

Banyak kota yang mempunyai sajian kuliner murah meriah. Meski murah, tetap saja memberikan rasa sedap yang khas. Bila Pati mempunyai sego thewel, maka Kudus, tetangganya, mempunyai lentog. Ada persamaan antara keduanya: menggunakan nangka muda.

Sepintas, Lentog Tanjung mempunyai penampilan yang mirip dengan lontong Cap Go Meh. Keduanya memang menggunakan lontong. Bedanya, jika Cap Go Meh berisi sayur labu siam dengan kuah kental, Lentog Tanjung menggunakan sayur gori (nangka muda), juga dengan kuah yang kental.

Ditilik dari bahasanya, lentog berarti lontong, sedangkan tanjung, tepatnya Tanjungkarang, merupakan nama daerah makanan ini berasal. Jadi lentog tanjung berarti makanan lontong yang berasal dari daerah Tanjungkarang.

Lentog Tanjung disajikan di atas piring yang beralaskan daun pisang. Dalam satu porsi terdapat lontong, jangan gori (sayur nangka muda), tahu, tempe dan telur yang disiram dengan kuah bersantan. Kuah tersebut tidak terlalu berminyak dan berasa gurih.

Dilihat dari bentuknya, lentog tanjung ini termasuk makanan yang sederhana. Tidak ada daging, baik ayam maupun kerbau. Namun soal rasa, tetap nikmat. Tapi jika dirasa masih kurang, tetap bisa ditambah dengan sate telur puyuh, gorengan atau sate usus.

Sedangkan dari banyaknya (jumlah) porsi, dapat dikatakan satu porsi hanya cukup untuk sarapan. Artinya, porsinya hanya cukup untuk msekedar mengisi perut alias tidak cukup membuat kenyang. Ini cocok dalam filosofi Jawa, bahwa sarapan prosinya sekedarnya. Jangan kenyang-kenyang. Karena itu, lentog tanjung tidak cocok untuk makan siang, karena kurang mengenyangkan. Atau karena ini disebabkan perut penulis terlalu besar ya?…

Nah jika berada di Kudus dan ingin sarapan dengan berikut adalah alamat penjual lentog tanjung yang punya rasa yahudd…

Lentog Tanjung Pak Ashadi

Terletak di Jl. AKBP Agil Kusumadya no. 20. Hal yang membedakan dengan lentog tanjung di tempat lain, di sini rasa lentog tanjung manis dan gurih dengan kuah yang lebih kental. Rasa yang disajikan adalah manis gurih dengan bumbu yang sedikit tajam. Kombinasi rasa ini cukup menagih. Jadi jangan malu untuk tambah porsi ya..

Lentog Tanjung Bu Wasito

Terletak di kompleks ruko desa Tanjungkarang. Di kompleks ini banyak terdapat penjual lentog tanjung. Namun kedai Bu Wasito yang paling banyak pelanggannya. Hal ini karena rasa yang gurih legit dengan harga murah. Bener-bener terasa murahnya…

Lentog Tanjung Pak Solikin

Kedai lentog ini terletak di komplek stadion Wergu Wetan, tepatnya di kompleks ruko sebelah utara stadion. Berbeda dengan lentog Pak Ashadi, di kedai ini rasa yang disajikan juga manis, namun racikan gurih bumbunya tidak setajam milik Pak Ashadi. Dan seperti Lentog Tanjung Bu Wasito, di sini, harga satu porsinya juga bersahabat di kantong.

Pindang Kerbau

Sumber:samudranesia.id

Banyak yang mengenal kata pindang sebagai salah satu cara untuk mengolah ikan. Namun di kota Kudus, kata pindang dapat memiliki makna berbeda. Seperti pada kata pindang kerbau. Ini berarti makanan khas kudus yang berbahan daging kerbau. Mengapa daging kerbau? Tentu banyak orang mahfum jika hal ini berkaitan dengan Sunan Kudus yang sampai saat ini masih sangat di hormati di kota ini.

Pindang kerbau merupakan masakan berkuah santan dengan bumbu keluak dan rempah-rempah lainnya. Hidangan ini berisi nasi, irisan daging kerbau yang empuk dan gurih, kuah dengan bumbu keluak, dengan tambahan daun melinjo. Karena menggunakan keluak, maka kuah pindang kerbau juga berwarna gelap, namun tidak segelap kuah nasi rawon Surabaya.

Dalam penyajiannya, pindang kerbau mempunyai ciri yang sangat unik, yaitu disajikan di atas piring yang dialasi dengan daun pisang. Dan sebagai sendok, juga menggunakan daun pisang yang disebut dengan suru.

Jika ingin menikmati makanan ini, ke mana harus mencarinya? Banyak penjual yang menyediakan pidang kerbau ini. Namun berikut adalah tempat-tempat penjual yang mempunyai cita rasa nendang, yaitu:

Pindang Kerbau Bintang Timur. Kedainya berada di Jl. Jenderal Sudirman No. 139, Burikan, Nganguk, Kudus.
Soto Dan Pindang Kerbau Pak Ramijan, Taman Bojana Utara Alun-alun kota Kudus.

Rasa pindang kerbau ini dapat digambarkan sebagai, meski tidak tepat benar, perpaduan antara soto dan rawon. Dengan citarasa seperti ini, biasanya masyarakat kudus menikmati nasi pundang kerbau ini pada saat makan siang atau makan malam.

Tiga jenis hidangan atau kuliner tersebut, menurut penulis, paling khas dan terkenal dari kota Kudus. Jika pas berkunjung ke kota ini, jangan lupa untuk mencoba ya…

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *