Mengatasi Nyeri Tangan Setelah Bersepeda

Bersepeda, baik sebagai olah raga, ke kantor atau sekedar refreshing masih menjadi tren di era new normal ini. Tentu saja ini menggembirakan. Sebab dengan bersepeda, polusi udara akan berkurang, dan tubuh juga semakin sehat.

Tapi bagi pemula, bersepeda tidaklah semudah yang dibayangkan. Banyak yang kemudian merasa nyeri setelah bersepeda, meski dari sisi jarak, tidak terlalu jauh. Rasa nyeri ini bisa di lutu, tangan atau bagian tubuh lain. Rasa nyeri ini sangat terasa ketika anda adalah pemula dalam bersepeda.

Salah satu nyeri yang banyak dirasakan para goweser pemula adalah nyeri tangan. Nah apa sebabnya dan bagaimana trik dan obat untuk mengatasinya?

Penyebab Nyeri Tangan Saat Bersepeda

Sumber: rodalink.com

Setiap otot yang tidak terlatih ketika melakukan kegitan dalam intensitas yang tinggi atau dalam durasi lama biasanya akan merasakan nyeri. Hal ini wajar. Namun dengan berlatih dengan teratur, otot akan beradaptasi dengan aktifitas tersebut. Jika sudah terbiasa, rasa pegel dan nyeri akan menghilang dengn sendirinya.

Namun ada hal-hal tertentu yang tetap menyebabkan nyeri tangan ketika bersepeda, meski anda seorang bukan goweser pemula. Hal ini terjadi ketika anda bersepeda dalam jangka waktu yang lama. Bukan hanya nyeri, namun juga kesemutan.

Ada beberapa penyebab mengapa hal ini terjadi. Pertama adalah posisi ketika memegang handle bar. Penyebab mati rasa dan kesemutan pada jari kelingking dan jari manis akibat dari tekanan yang konstan pada syaraf ulnaris. Jika kebas, nyeri dan kesemutan pada jari jempol, telunjuk dan jari tengah akibat tekanan pada syaraf medianus. Tekanan yang konstan akan menyebabkan fungsi syaraf terganggu sehingga timbul rasa nyeri, kebas dan kesemutan.

Salah satu trik untuk mengurangi tekanan ini adalah dengan menggunakan handle bar yang lembut. Hal ini akan meredam getaran stang. Demikian juga dengan menggunakan stang sepeda yang terbuat dari bahan karbon. Material dari karbon akan lebih meredam getaran dibanding stang yang terbuat dari alumunium yang lebih kaku.

Posisi tangan yang sama juga berpengaruh, selain syaraf, juga terhadap pembuluh darah dan otot. Bila posisi tangan dalam hjangka lama tidak berubah, maka tangan akan terasa kebas dan kaku. Hal ini terjadi karena terjadi gangguan baik pada syaraf, alirah darah maupun otot.

Cara paling baik untuk menghindari hal ini adalah mengganti posisi memegang handle bar. Dengan mengganti posisi maka akan menghindarkan tekanan pada satu titik saja. Selain itu dengan untuk mengurangi tekanan dengan memasang bartape pada handlebar akan memberikan tekanan yang lebih lembut. Guncangan yang diterima tangan akan lebih teredam.

Mengobati Tangan Nyeri

Sumber: akurat.co

Meski rasa nyeri dapat dikurangi, namun jika bersepeda dalam jangka waktu lama, tetap saja rasa nyeri dapat timbul. Jika demikian apa yang sebaiknya dilakukan?

Rasa nyeri pada tangan disebabkan oleh aliran darah yang kurang lancar, kelelahan otot dan gangguan syaraf. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan, pertama, istirahat. Dengan istirahat, otot dapat memulihkan diri dan membuang timbunan asam laktat. Gangguan aliran darah juga dapat dihilangkan.

Jika nyeri ini berkepanjangan, maka obat dapat digunakan untuk menghentikan rasa sakit ini. Obat yang digunakan adalah obat pereda nyeri seperti diklofenak (Cataflam, Voltadex), asam mefenamat (Datan Forte, Ponstan, Mefinal) dan pereda nyeri lainnya.

Sedangkan untuk menghilangkan gangguan syaraf, bisa diatasi dengan vitamin B6 atau B komplek (Forneuro, Neurobion). Cukup dengan minum vitamin ini sekali sehari, gangguan syaraf yang menyebabkan kesemutan dan kebas dapat dihilangkan.

Apapun semangatnya bersepeda, jika berlebihan tetap tidak disarankan. Karena itu lakukan olahraga dengan baik, sesuai dengan kondisi fisik, agar badan tetap sehat. Dan jika tangan terasa nyeri, beristirahat cukup. Jika perlu, minum obat. Oke…

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *